3 bulan sebelum ia meninggal, Hayden Panettiere menerbitkan buku yang menceritakan momen-momen tergelapnya. Kini, kata-katanya terasa seperti perpisahan yang tak seorang pun duga

Por Maried Díaz
17 August, 2026

Hayden Panettiere membutuhkan dua tahun untuk menulis setiap halaman.

Ia menyebutnya ‘gempa kehidupan’. Gempa dalam hidup, momen-momen yang membelah hidupmu menjadi sebelum dan sesudah. Di sana ia menceritakan pelecehan yang dialaminya pada usia 18, ketika seorang teman menipunya untuk pergi menemui seorang pria berkuasa yang menunggunya dalam keadaan telanjang. Ia juga menceritakan kecanduan, depresi yang datang setelah menjadi seorang ibu, dan rasa sakit karena tidak bangun setiap pagi di samping putrinya Kaya, anak yang ia miliki bersama Wladimir Klitschko. Ia menulis bahwa di Nashville para penulis akhirnya menyalin tragedinya sendiri tanpa menyadarinya. Bahwa ia memerankan rasa sakitnya yang nyata di depan kamera sambil menyembunyikannya dari semua orang. Pada 19 Mei 2026, buku itu tiba di toko-toko buku.

Hayden Panettiere

Tiga bulan kemudian, Hayden meninggal pada usia 36. Kini, ketika Anda membaca This Is Me: A Reckoning, buku itu tidak lagi tampak seperti sekadar memoar. Buku itu terasa seperti suara seseorang yang, tanpa menyadarinya, sedang mengucapkan selamat tinggal.

Hayden Panettiere

Puede interesarte