Aku tidak peduli kehilangan orang-orang yang tak lagi ingin ada dalam hidupku. Dengan kalimat itu, 50 Cent merangkum cara memandang hubungan yang perlu waktu bertahun-tahun untuk dipelajari banyak orang: ketika seseorang pergi, kamu tidak mengejarnya.
Rapper itu mengatakannya dengan blak-blakan: ia telah kehilangan orang-orang yang sangat berarti baginya dan, meski begitu, ia baik-baik saja. Ini bukan sikap yang baru muncul. Dalam wawancara, ia mengatakan bahwa ketika seseorang menunjukkan bahwa mereka tidak terlalu peduli kepadamu, hal yang sehat untuk dilakukan hanyalah pergi.

Ia juga pernah berbicara terbuka tentang tidak ingin dikelilingi orang-orang yang membuatnya harus selalu waspada dan tentang menjaga lingkaran pergaulannya tetap sangat kecil.
Kisahnya menjelaskan dari mana pola pikir itu berasal. Ia tumbuh di lingkungan penuh kekerasan di Queens dan selamat dari serangan yang membuatnya ditembak 9 kali. Sejak saat itu, citra pribadinya lekat dengan ketangguhan ekstrem dan sikap menjaga jarak dari mereka yang tidak memberi kontribusi apa pun atau mengkhianatinya.
Apakah pergi tanpa menoleh ke belakang merupakan tanda kekuatan, atau sekadar cara melindungi diri?

