Adrian Poulton berusia 56 tahun, mengidap sindrom Down, dan mengalami patah tulang panggul yang sudah mulai sembuh.

Ia dirawat di Poole Hospital di Dorset, Inggris, pada September 2021 setelah terjatuh di rumah perawatannya. Dokter keliru mencatat bahwa ia “tidak boleh makan atau minum melalui mulut”, yakni instruksi yang melarang pasien diberi makanan melalui mulut. Tidak ada yang memperbaiki catatan tersebut. Ia tidak diberi makanan selama sembilan hari.

Keluarganya sama sekali tidak tahu. Ayahnya, Derek, mengira ia diberi makan melalui infus. Ketika mereka akhirnya memahami apa yang terjadi, Adrian sudah terlalu lemah untuk pulih. Ia meninggal pada 28 September 2021, dua minggu setelah dirawat.

Investigasi internal rumah sakit menyimpulkan bahwa kurangnya asupan nutrisi turut menyebabkan kematiannya. University Hospitals Dorset meminta maaf dan mengakui adanya kegagalan. Kakak perempuannya, Lesley Bungay, mengatakan bahwa Adrian berkata kepadanya: “Lesley, aku tidak ingin mati”.
