Sarah McDaniel berusia 20 tahun ketika separuh pengguna internet mendapati diri mereka terpaku menatap matanya.

Ia terlahir di Roseville, California, dengan heterokromia: masing-masing iris matanya memiliki warna berbeda. Menurut media yang memberitakan kasusnya, kondisi ini dialami sekitar enam dari setiap seribu orang. Foto-fotonya di Facebook dan Instagram semakin banyak beredar, begitu pula pertanyaannya: lensa kontak? Photoshop? Ia menjawab terus terang bahwa matanya 100% alami.

Alih-alih menyembunyikan ciri khasnya, ia menyebutnya “ketidaksempurnaan yang indah” dan menjadikan sebuah ungkapan sebagai motonya: “Aku tidak sempurna, aku nyata”. Fotografer Gregorio Campos, yang memotretnya untuk majalah Arsenic, merangkumnya dengan cara ini: “Saya percaya pada ketidaksempurnaan yang indah”. Agensi LA Models menawarinya kontrak, dan Sarah, yang dikenal di Instagram sebagai “Krotchy”, tak lagi sekadar fenomena sesaat, melainkan menjadi model dan aktris.

Apa yang mungkin berusaha disembunyikan banyak orang justru akhirnya menjadi sesuatu yang tak bisa berhenti dipandang orang.
