Seekor anjing kehilangan penglihatannya karena kanker, tetapi satu hal tak pernah berubah: ia tetap mengantarkan koran agar keluarganya bangga setiap hari

Por Krishna Medina
21 August, 2026

Mason kehilangan kedua matanya, tetapi ia menolak kehilangan tujuan hidupnya.

@masontheblindgolden Doorstep newspaper delivery 🗞️ from the cutest paperboy around #goldenretriever #blinddog #dogsoftiktok #blinddogsoftiktok #goldenretrieversoftiktok ♬ Old Man – Neil Young

12 tahun lalu, Brynn Fussell menyambut anggota baru ke dalam keluarga, seekor anak anjing golden retriever yang dengan mudah merebut hati semua orang. Selama lebih dari satu dekade, anjing asal Amerika itu memiliki satu misi setiap pagi: hujan maupun cerah, ia keluar sebelum sarapan, mencari koran di halaman, dan membawanya dengan mulut ke pintu rumah keluarganya.

“Ia menjadi sangat bahagia dan sangat bangga”, kata Fussell.

Hingga sebuah kabar menghancurkan mereka.

Saat memasuki usia lanjut, Mason mulai mengalami berbagai kesulitan, dan berbagai pemeriksaan mengungkapkan bahwa ia menderita glaukoma yang segera merenggut penglihatannya. Para dokter hewan harus mengangkat kedua matanya, dan pemiliknya, Brynn Fussell, mengira bahwa rutinitas ini, seperti kegembiraannya, akan berakhir selamanya.

Namun, ia keliru. Begitu pulih dari operasi, Mason pergi ke halaman seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Hanya dengan mengandalkan indra penciumannya dan ingatan selama bertahun-tahun berjalan di rute yang sama, ia menelusuri rumput menuju titik persis tempat koran itu selalu jatuh, menggigitnya, lalu kembali ke rumah dengan kegembiraan yang sama seperti saat masih kecil. Dalam perjalanan, pada beberapa pagi, ia bahkan berpapasan dengan Casey, kucing keluarga itu.

@masontheblindgolden

Brynn tidak melarangnya untuk terus melakukannya: ia tahu bahwa, bagi Mason, menjalankan tugas itu lebih penting daripada bisa melihat. Kini, anjing golden retriever itu membawa kebahagiaan bagi semua orang melalui foto dan videonya di internet, yang menginspirasi bukan hanya anjing-anjing lain, tetapi juga seluruh keluarga.

Roman Belyakov berusia 51 tahun dan sedang berjalan menyusuri Lyalin Lane, tepat di pusat kota Moskwa, ketika langit benar-benar runtuh menimpanya. 🧊

Sebongkah es lepas dari atap sebuah gedung hunian dan menghantam tepat kepalanya. Benturan itu menyebabkan cedera otak traumatis yang begitu parah sehingga ia harus menjalani operasi darurat di Sklifosovsky Institute. Belyakov, yang datang dari Bryansk, tetap terhubung dengan peralatan medis selama tiga hari hingga meninggal pada Jumat, 18 Januari 2019, pukul 9:30 pagi.

Hal yang paling meresahkan bukanlah kecelakaan itu sendiri, melainkan betapa sebenarnya kecelakaan itu dapat dihindari: perusahaan pengelola gedung, Dom-Master, telah menerima beberapa pemberitahuan untuk membersihkan atap yang sama itu, yang terakhir hanya sembilan hari sebelum tragedi. Kini, perusahaan itu menghadapi proses pidana karena kelalaian. 💀

Puede interesarte