Thane berusia 12 tahun dan memutuskan bahwa ada hal yang lebih baik untuk dibelanjakan dengan uang sakunya daripada untuk dirinya sendiri 🥹. Sahabatnya, Tyler, buta warna dan tidak dapat membedakan banyak warna dengan cara yang sama seperti orang-orang di sekitarnya. Ketika Thane mengetahui bahwa ada kacamata khusus yang dapat membantunya melihat warna-warna itu secara berbeda, ia memutuskan ingin memberikannya kepada Tyler.
Masalahnya adalah harganya. Kacamata itu berharga sekitar 100 dolar, jumlah yang cukup besar bagi anak seusianya, jadi ia mulai diam-diam menabung uang yang diterimanya. Selama berbulan-bulan, ia terus menambah tabungannya sampai uangnya cukup untuk memberi kejutan kepada temannya.
Akhirnya, saat itu tiba di ruang kelas mereka. Tyler mengenakan kacamata tersebut sementara Thane menunggu di sampingnya, lalu mulai melihat segala sesuatu di sekitarnya. Reaksinya segera menjadi emosional, dan ia akhirnya memeluk sahabatnya.
Bagi Thane, bulan-bulan menabung itu berarti mengorbankan hal-hal yang sebenarnya bisa ia beli untuk dirinya sendiri. Namun, ia sangat jelas tentang untuk apa ia lebih memilih membelanjakan uangnya: ia ingin sahabatnya menemukan warna-warna baru dan berada di sisinya saat melakukannya ❤️.
