Ia sama sekali tidak merasa terkena benturan. Tidak ada kecelakaan, tidak ada trauma. Hanya bintik-bintik yang melayang di depan mata kanannya dan kilatan cahaya yang tak kunjung hilang.
Dengan kondisi seperti itulah seorang pria berusia sekitar 20 tahun datang untuk berkonsultasi di Edinburgh, tanpa riwayat penyakit mata atau cedera sebelumnya. Apa yang ia akui kepada para dokter mata di Princess Alexandra Eye Pavilion menjelaskan semuanya: selama tiga bulan, setiap minggu, ia menggunakan alat pijat perkusi langsung pada kelopak matanya yang tertutup, dengan kepala berbentuk peluru, dalam upaya meredakan kelelahan visual. Hasilnya sangat parah. Dokter menemukan beberapa robekan retina di kedua mata, memar yang luas, dan dialisis retina pada mata kanan, yaitu robekan serius yang biasanya hanya muncul setelah benturan keras.

Ia mendapat perawatan laser tepat waktu, dan enam bulan kemudian, kondisinya tetap stabil. Dr. Niamh O’Connell dan timnya menerbitkan kasus tersebut dalam BMJ Case Reports karena petunjuk penggunaan perangkat itu tidak pernah memperingatkan agar perangkat tersebut tidak digunakan seperti ini. Jika Anda memiliki salah satu alat ini di rumah, kini Anda tahu bagian tubuh mana yang tidak boleh disentuh alat itu.
