Anjing yang mencium kanker usus besar dalam sampel urine dan membantu ilmuwan menciptakan tes non-invasif

Por Josefina Reyes
17 August, 2026

Callie bukan anjing biasa. Di Great Horwood, Inggris, ia menghabiskan hari-harinya mengendus toples urine, mencari sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia.

Ketika sebuah sel menjadi kanker, sel tersebut mengubah metabolismenya dan melepaskan senyawa organik volatil yang dikeluarkan tubuh melalui buang air kecil. Senyawa itu adalah jejak kimia yang tak terlihat bagi kita, tetapi tidak bagi hidung dengan ratusan juta reseptor penciuman. Di situlah peran Callie: dilatih oleh Medical Detection Dogs bersama Open University, ia membedakan dalam tes buta urine pasien kanker kolorektal dari urine orang sehat.

@medicaldetectiondogs

Bowel cancer detection dog, Callie, identified the odour of the disease in stand 4 and made it very clear to her trainer, Mark, with a stand and stare indication and her signature tippy taps. Callie had actually missed this positive sample in a previous run, as she was working at Spaniel speed and was so excited to be in the room that she didn’t quite sniff the sample at the intensity we know is needed, so Mark put it back in a few runs later and encouraged her to slow down. There was no way she was missing it twice! #medicaldetectiondogs #dogs #fyp #thenoseknows #cancer

♬ original sound – medicaldetectiondogs

Ketika ia menemukan sampel positif, ia memberi isyarat dengan mengetukkan cakarnya ke tanah. Tidak ada yang berharap Callie menggantikan dokter. Nilai sebenarnya terletak pada apa yang ia ungkapkan: jika indra penciumannya dapat mengisolasi pola molekuler penyakit tersebut, para ilmuwan dapat menggunakannya sebagai peta untuk merancang tes diagnostik dini yang non-invasif dan mudah diakses sebelum tumor terlihat.

Puede interesarte