Arifa Sultana melahirkan bayi pertamanya, dan 26 hari kemudian sepasang anak kembar keduanya lahir

Por Alexander López
11 September, 2026

Arifa Sultana berusia 20 tahun ketika melahirkan untuk pertama kalinya di sebuah rumah sakit pedesaan di Khulna, Bangladesh.

Tak seorang pun membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Baru 26 hari kemudian, sakit perut membawanya ke Ad-Din Hospital di Jessore dalam keadaan darurat, dan di sana para dokter menemukan sesuatu yang bahkan sulit mereka percayai: ia masih hamil, bukan dengan satu bayi, melainkan bayi kembar.

Arifa memiliki uterus didelfis, suatu kondisi langka ketika seorang perempuan terlahir dengan dua rahim yang terpisah, dan masing-masing mampu mengandung kehamilannya sendiri.

Dr. Sheila Poddar, yang menanganinya, menggambarkannya sebagai kasus paling luar biasa dalam kariernya. Arifa belum pernah menjalani USG sebelum persalinan pertama, sehingga kehamilan keduanya sama sekali tidak terdeteksi, bahkan oleh Arifa sendiri.

Menurut kepala petugas medis distrik tersebut, kemungkinan terjadinya kasus seperti ini adalah sekitar 1 banding 6 juta. Pada akhirnya, ketiga bayi itu lahir sehat, dan Arifa pulih tanpa komplikasi, tanpa menyadari bahwa dirinya telah menjadi studi kasus bagi dunia kedokteran.

Puede interesarte