“Ayah saya mengajari saya untuk tetap berdiri”: ketika Haaland lebih memilih menerima kartu kuning daripada membuat lawannya diusir

Por Fernanda Saide
17 July, 2026

Pada tahap akhir pertandingan antara Manchester City dan Arsenal pada April tahun ini, Erling Haaland dan Gabriel Magalhães terlibat konfrontasi sengit. Mereka saling berhadapan, dan Gabriel melakukan gerakan kepala ke arah Haaland yang ditafsirkan banyak orang sebagai serangan.

Erling Haaland, penyerang Manchester City, bisa saja membuat Gabriel Magalhães diusir hanya dengan menjatuhkan diri. Bek Arsenal itu mendorong kepalanya pada menit-menit akhir pertandingan, sebuah aksi yang diakui sendiri oleh Haaland sebagai kartu merah yang jelas. Namun, ia tetap berdiri.

“Ayah saya mengajari saya ini: tetaplah berdiri. Itulah kenyataannya”, kata pemain Norwegia itu, putra Alf-Inge Haaland, mantan pesepak bola Nottingham Forest, Leeds United, dan Manchester City, yang kariernya berakhir akibat cedera lutut setelah tekel Roy Keane pada 2001.

Haaland akhirnya mendapat kartu kuning alih-alih membuat lawannya diusir. City menang 2-1 berkat gol darinya, tetapi yang membekas adalah kalimat itu: ada pelajaran dari masa kecil yang dibawa seorang anak laki-laki bahkan ke lapangan, di tengah siku dan kamera. 🟡👨‍👦⚽

Puede interesarte