Bayi tidak boleh dilihat maupun disentuh; ini adalah waktu sakral bagi ibu, bukan tontonan umum: Tren di kalangan pasangan modern yang memutuskan untuk melarang kunjungan dan ciuman serta memilih mengisolasi diri

Por Alexander
30 September, 2026

Dulu, kedatangan seorang bayi berarti ruang tunggu penuh sesak oleh kerabat, bayi yang baru lahir berpindah dari satu orang ke orang lain, dan aliran nasihat yang tak diminta tanpa henti. Namun, gelombang baru orang tua dengan tegas memutus tradisi ini, memicu perdebatan sengit dalam keluarga yang membuat sebagian orang geram dan sebagian lainnya bertepuk tangan.

Dengan semboyan bahwa “bayi tidak boleh dilihat maupun disentuh”, semakin banyak pasangan memberlakukan aturan “tanpa kunjungan sama sekali” selama beberapa minggu pertama setelah persalinan. Tidak boleh datang ke rumah sakit, tidak boleh berkunjung mendadak ke rumah, dan ada aturan yang sangat ketat: siapa pun dilarang mencium atau menggendong bayi yang baru lahir, bahkan mendekat sebelum mencuci tangan secara menyeluruh dan memakai masker.

Bagi mereka yang mendukung sikap ini, alasannya jelas: melindungi sistem kekebalan tubuh bayi yang baru lahir dan masih rentan dari virus, menjaga kesehatan mental ibu selama masa pascapersalinan, serta memberi kesempatan kepada orang tua untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas baru tanpa stres harus menjamu tamu.

Di sisi lain, kakek-nenek, bibi, paman, dan teman dekat mengungkapkan rasa frustrasi yang mendalam, menuduh generasi baru “bereaksi berlebihan” dan tidak peka karena merampas hak mereka untuk bertemu anggota keluarga yang paling baru.

Apakah ini cara cerdas untuk melindungi ketenangan dan kesehatan bayi, atau paranoia modern yang mengisolasi keluarga?

Puede interesarte