Barang yang hampir semua orang masukkan ke dalam koper mereka ini sudah menyebabkan pendaratan darurat dan kebakaran di dalam penerbangan, dan kini diatur secara global

Por Aracely Molina
24 June, 2026

Sebuah benda yang muat di saku jaket memaksa pengalihan darurat sebuah pesawat yang sedang terbang dari Mesir ke Inggris. Penyebabnya: sebuah power bank yang dibiarkan terisi daya oleh seorang penumpang di bagasi kargo. Tidak ada yang terluka, tetapi kejadian itu bukan kasus yang terisolasi.

Pada Januari 2025, sebuah power bank diidentifikasi sebagai kemungkinan penyebab kebakaran yang menghancurkan sebuah pesawat di Korea Selatan. Dua bulan kemudian, Hong Kong Airlines melakukan pendaratan darurat lagi karena kebakaran baterai. Pada Oktober tahun yang sama, sebuah penerbangan Air China harus dialihkan ke Shanghai ketika sebuah baterai litium mulai terbakar di dalam kabin. Polanya terlalu konsisten untuk diabaikan. Masalah teknisnya jelas: baterai lithium-ion dapat mengalami panas berlebih dalam proses yang disebut thermal runaway, yang menghasilkan api yang sulit dikendalikan di ketinggian, terutama jika perangkat berada di bagasi kargo dan kebakaran mulai terjadi tanpa terlihat oleh siapa pun.

Sejak 27 Maret 2026, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional telah menetapkan aturan global yang melarang penggunaan atau pengisian daya power bank selama penerbangan. Power bank hanya boleh dibawa ke dalam pesawat di bagasi kabin, dalam keadaan dimatikan, dengan maksimum dua unit per penumpang dan kapasitas hingga 100 Wh tanpa otorisasi khusus. Yang melebihi 160 Wh dilarang secara langsung. Lufthansa menerapkan ini sejak 15 Januari dan Emirates sejak Oktober 2025. Jika Anda memiliki power bank di ransel Anda dan akan terbang, sebaiknya periksa kapasitasnya sebelum tiba di bandara.

Puede interesarte