Erin Piacenti baru berusia 32 tahun.
Sebagai wakil presiden di Bank of America dan lulusan University of Pennsylvania serta Fordham Law School, ia baru saja merayakan ulang tahun pernikahan keduanya pada 10 Agustus. Tiga minggu kemudian, ia sedang berjalan dengan tenang di sepanjang 42nd Street di Seventh Avenue, di jantung Times Square, ketika hidupnya bersinggungan dengan Pamela Cisneros, seorang perempuan berusia 49 tahun yang membawa dua pisau dapur.
Cisneros baru saja menikam seorang turis berusia 68 tahun di bagian perut ketika, hanya beberapa detik kemudian, ia juga menyerang Erin. Mereka tidak saling mengenal dan, menurut catatan perkara, sebelumnya tidak pernah ada interaksi di antara mereka.
Erin dilarikan ke rumah sakit, tempat para dokter berusaha menyelamatkannya, tetapi parahnya luka-luka yang dideritanya pada akhirnya merenggut nyawanya. Sementara itu, polisi menemukan Cisneros masih bersenjata. Ketika petugas berusaha menangkapnya, perempuan itu menerjang mereka dengan pisau-pisau tersebut dan tewas setelah ditembak.

Tragedi itu terjadi tepat ketika Erin sedang menjalani masa yang dipenuhi perubahan besar. Selain karier dan pernikahannya, ia adalah ibu dari bayi yang belum genap lima bulan dan baru-baru ini kembali bekerja setelah cuti melahirkan.
Perjalanan menyusuri Times Square yang mungkin tampak sepenuhnya biasa itu akhirnya mengubah hidup suaminya untuk selamanya dan membuat bayi berusia lima bulan kehilangan ibunya. Semua itu karena ia berpapasan, di tempat dan waktu yang salah, dengan seorang perempuan yang bahkan tidak dikenal Erin. 💔
Beberapa detik sebelumnya, Cisneros telah menikam seorang turis berusia 68 tahun. Erin menjadi korban berikutnya. Para dokter berjuang menyelamatkannya, tetapi luka-lukanya terlalu parah. Polisi menemukan penyerang itu tak lama kemudian: alih-alih menyerah, ia menerjang para petugas, yang menembaknya hingga tewas di tempat kejadian.
Sore biasa di New York menjadi akhir dari sebuah kisah yang baru saja dimulai.
