Sebelum memasuki ruang operasi, dokter bedah ini melakukan sesuatu yang tidak banyak koleganya berani tunjukkan di depan umum.

Ia mengeluarkan beberapa medali santo Katolik dari sakunya dan selalu membawanya dalam setiap prosedur. Ia tidak menyembunyikan maupun meremehkannya: baginya, medali-medali itu merupakan bagian dari persiapannya, sama halnya dengan bertahun-tahun menuntut ilmu, tangan yang mantap, dan pisau bedah. Sebelum setiap sayatan, ada doa dalam keheningan yang tak dilihat siapa pun, tetapi menyertainya dalam setiap keputusan.
Kisahnya menjadi pengingat sederhana namun kuat: ilmu pengetahuan menyelamatkan nyawa, tetapi terkadang imanlah yang meneguhkan tangan yang melakukan operasi. Sebuah gestur kecil yang menunjukkan banyak hal tentang bagaimana sebagian profesional menemukan kekuatan di luar pengetahuan teknis.
