Bethany Meola memasukkan ciuman enam detik ke dalam rutinitasnya dan menemukan jeda untuk kembali terhubung dengan suaminya

Por Krishna Medina
25 September, 2026

Setelah 13 tahun menikah, Bethany Meola mengakui bahwa ia dan suaminya terjebak dalam sesuatu yang mungkin sudah akrab bagi banyak pasangan: rutinitas.

Di tengah kesibukan pekerjaan, urusan rumah, dan membesarkan tiga anak, hanya ada sedikit ruang bagi hubungan mereka. Sampai akhirnya mereka mengenal apa yang disebut “ciuman enam detik”.

Life-Giving Wounds

Praktik ini dipopulerkan oleh terapis pasangan dan psikolog klinis John dan Julie Gottman. Caranya sesederhana meluangkan waktu sejenak sekali sehari untuk mencium pasangan selama enam detik.

Bethany mengakui bahwa awalnya, menjadikan ciuman sebagai tugas lain dalam daftar rutinitas terasa agak konyol baginya. Namun, ia merasakan perbedaannya. Enam detik itu cukup untuk menghentikan kebiasaan bertindak secara otomatis dan mengingat bahwa orang di hadapannya adalah sosok yang ia cintai dan pilih untuk berbagi hidup dengannya.

Idenya adalah menjadikannya ritual kecil: sebelum meninggalkan rumah, saat pulang kerja, atau tepat sebelum tidur. Menurut Gottman, momen-momen ini membantu agar hubungan tidak hanya berkutat pada mengatur urusan anak, jadwal, belanja, dan kewajiban. Tindakan kecil yang memperkuat kasih sayang dan kedekatan ini juga dapat mencegah sejumlah hubungan berakhir.

Life-Giving Wounds

Lalu, mengapa tepat enam detik? Gottman berpendapat bahwa momen keintiman yang disengaja ini dapat mendorong pelepasan oksitosin dan menciptakan rasa kedekatan serta kepercayaan. Namun, ini bukan rumus ajaib untuk setiap pasangan: Julie Gottman memperingatkan bahwa ketika ada banyak ketidakpercayaan atau konflik serius yang belum terselesaikan, memaksakan keintiman semacam ini bisa terasa tidak tulus.

Puede interesarte