Setiap “tidak” membuatnya tetap berada di tempat yang sama. Collette Divitto, dari Boston, berusia 31 tahun, memiliki sindrom Down, dan daftar penolakan kerja yang tak ada habisnya. Tidak ada perusahaan yang mau memberinya kesempatan. Jadi dia memutuskan bahwa dia tidak membutuhkan siapa pun untuk memberikannya. 🍪

Dia mengambil resep kukis favoritnya, menyalakan oven, dan memulai dari nol. Lima tahun kemudian, toko rotinya Collettey’s bernilai lebih dari satu juta dolar, didistribusikan di tujuh negara bagian AS, dan memiliki tim beranggotakan 15 karyawan — setengah dari mereka adalah penyandang disabilitas. Collette tidak hanya membangun jalannya sendiri: dia membiarkannya tetap terbuka bagi mereka yang juga telah disingkirkan oleh dunia. 💙

Nasihatnya sesederhana kisahnya yang luar biasa: “Jangan biarkan orang-orang menjatuhkanmu. Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka.” Dan dia membuktikannya dengan setiap nampan kukis yang dia keluarkan dari oven. 🙌
