Cosplayer asal Tiongkok menangis tersedu-sedu setelah dikelilingi para pria yang memotret di bawah roknya di Jepang

Por Krishna Medina
12 September, 2026

Pada 2019, seorang perempuan muda asal Tiongkok yang dijuluki All, yang membuat konten erotis di media sosial, sedang belajar di Jepang dan memutuskan untuk menghadiri Comiket 96, salah satu konvensi manga dan anime terpenting, yang pada tahun itu menarik sekitar 730,000 orang.

@All1108allAll

Perempuan muda itu datang untuk memamerkan cosplay-nya dan berpose di depan kamera. Namun, yang bermula sebagai sesi foto justru berakhir dengan membuatnya menangis.

Para pria mulai mengerumuninya, hingga seorang fotografer berjongkok di depannya untuk mengambil foto dari sudut tertentu. Lalu yang lain, dan yang lain lagi. Dalam hitungan menit, barisan pria mulai bergerak semakin mendekat: mereka ingin mengambil foto dari bawah roknya.

All berusaha menetapkan batas. Ia berkata beberapa kali: “Kalian terlalu dekat, tolong menjauh”. Tak seorang pun bergerak.

Situasi itu mencapai titik ketika para petugas harus menerobos kerumunan fotografer untuk membawanya keluar dari area tersebut. Bahkan ketika para petugas turun tangan, salah satu pria itu terus berjongkok dan berusaha memotret dari bawah.

@rubi0921

All akhirnya menangis. Ia kemudian menulis di Twitter bahwa ia akan mulai mengikuti pelajaran tinju dan, jika hal serupa terjadi lagi, akan menendang siapa pun yang mencoba memotretnya dengan cara itu.

Namun, kasus All sekali lagi menyoroti masalah yang telah dikenal Jepang selama beberapa dekade.

Bahkan ada sebuah istilah yang terkait dengan jenis foto yang diambil secara diam-diam: tōsatsu (盗撮). Istilah ini digunakan untuk gambar yang diperoleh tanpa persetujuan, termasuk gambar yang diambil di bawah pakaian seseorang.

Foto-foto ini menjadi lebih umum pada tahun 2000-an seiring terciptanya kamera portabel. Masalah ini menjadi begitu dikenal sehingga sebagian besar ponsel yang dijual di Jepang saat ini tidak memungkinkan suara rana kamera dimatikan, agar orang tahu ketika seseorang sedang mengambil foto dan pengambilan gambar secara diam-diam menjadi lebih sulit.

Konvensi cosplay juga menghadirkan situasi yang sangat rumit: memotret cosplayer yang berpose secara sukarela bukan berarti Anda mendapat izin untuk memotret bagian tubuh mana pun darinya tanpa persetujuannya, apalagi dari sudut mana pun.

Jepang telah memperketat penanganannya selama bertahun-tahun terhadap fotografi seksual tanpa persetujuan dan bentuk voyeurisme lainnya, sementara berbagai acara dan ruang publik telah menerapkan langkah-langkah untuk melindungi calon korban, tetapi masih banyak yang harus dilakukan untuk memastikan situasi seperti ini tidak terjadi lagi.

Puede interesarte