Kisah Vozinha telah menjadi salah satu yang paling banyak dibicarakan di Piala Dunia 2026. Kiper Cape Verde itu, yang tampil menonjol dalam hasil imbang melawan Spanyol, menghabiskan setiap musim panas dengan mengajar bola voli kepada anak-anak di negaranya.

Faktanya, Institut Reis mengumumkan bahwa tahun ini ia tidak akan bisa bekerja sebagai guru karena ia akan mewakili tim nasionalnya di Piala Dunia.
Pada usia 40 tahun, Vozinha mengejutkan semua orang dengan kondisi fisiknya yang spektakuler. Banyak yang mengaitkan sebagian hal itu dengan pekerjaannya sebagai instruktur bola voli selama masa liburan, sebuah kegiatan yang ia gabungkan dengan kariernya sebagai pesepak bola profesional.

Penampilannya melawan Spanyol menjadikannya salah satu kejutan turnamen. Ketenaran datang sekaligus. Setelah penampilan menonjolnya di Piala Dunia, jutaan orang mulai mengikuti kisahnya di media sosial.
Bahkan sempat beredar rumor tentang ketertarikan dari klub-klub Portugal. Sebuah contoh bahwa tidak pernah terlalu terlambat untuk mengalami momen terbaik dalam karier olahraga.
