Maeurn Smiles telah memiliki impian jauh sebelum menjadi kreator konten dewasa: ia ingin mengajar. Ia tumbuh besar di Filipina dalam kesulitan keuangan, dan keluarganya tidak mampu menyekolahkannya hingga perguruan tinggi. Untuk sementara waktu, ia bekerja mengajar bahasa Inggris, tetapi pada akhirnya ia menemukan sumber penghasilan yang sama sekali berbeda: OnlyFans.
Kini ia memutuskan untuk menggunakan uang itu agar impiannya terwujud dengan cara yang berbeda.

Pada 2024, Maeurn membeli sebidang tanah di Cebu seharga 1,75 juta peso Filipina (sekitar 28 ribu dolar) untuk membangun sekolah. Pembangunan proyek utama itu belum selesai, tetapi pada 2025 ia membuka pusat belajar kecil tempat anak-anak dari komunitas tersebut dapat mengikuti eksperimen sains, kegiatan memasak, dan pengalaman edukatif lainnya.
Ia mengatakan bahwa awalnya ia berencana untuk menyumbangkan tanah itu agar pemerintah dapat membangun sekolah di sana, tetapi mengubah rencananya setelah mengetahui bahwa ia tidak dapat menamai sekolah itu dengan nama ayahnya. Jadi, ia memutuskan untuk mendanai dan mengembangkan proyek tersebut sendiri.

Dan di sinilah perdebatan dimulai.
Sebab uang yang ia gunakan berasal dari pekerjaannya di OnlyFans, sebuah platform yang menimbulkan kontroversi besar, terutama karena jenis konten yang dijualnya.
Bagi sebagian orang, asal-usul uang itu tidak mengubah apa yang bisa diwujudkan dengannya: anak-anak akan memiliki tempat untuk belajar. Bagi yang lain, ada kontradiksi ketika keuntungan dari konten dewasa digunakan untuk mendanai lembaga pendidikan.

Pertanyaannya masih terbuka: jika uang itu digunakan untuk membangun sekolah dan membantu suatu komunitas, apakah benar-benar penting bagaimana uang itu diperoleh?
