Priya Adhikari belum tidur selama berhari-hari.

Ia berusia 40 tahun dan merupakan perempuan pertama yang menjadi kapten helikopter di Nepal. Ia memulai kariernya sebagai awak kabin, jatuh cinta pada pegunungan, dan akhirnya menerbangkan helikopter melewati celah-celah tersempit Himalaya. Sejak 26 Agustus, ketika banjir dan tanah longsor meluluhlantakkan perbatasan antara Nepal dan Tibet, ia tak berhenti: hampir 100 misi penyelamatan hanya dalam enam atau tujuh hari, sebagian besar di atas Timure, di Distrik Rasuwa, salah satu wilayah yang paling parah terdampak.

Bersama 20 helikopter lainnya, Adhikari telah terbang melintasi desa-desa yang sudah tak ada lagi dan melihat hal-hal yang tak mudah dilupakan. Bencana itu telah menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan ribuan orang hilang di antara kedua negara. Ia menceritakan hal itu kepada Anderson Cooper dari CNN dengan suara seseorang yang masih belum sempat merasa takut: orang-orang sedang menunggu, dan bahan bakar helikopter tak menunggu siapa pun.

