Ia tidak pernah menyerah! Cliver Huamán Sánchez, 15, dikeluarkan oleh petugas keamanan dari stadion Monumental di Lima karena masih di bawah umur. Saat itu November 2025, malam final Copa Libertadores antara Flamengo dan Palmeiras, dan ia telah menempuh perjalanan berjam-jam untuk berada di sana. 🎙️

Ia tidak pulang. Ia mendaki Cerro San Cristóbal dengan ponselnya, tripod, dan keluarganya, lalu tetap menarasikan pertandingan itu. Siaran langsungnya meledak dalam hitungan jam, dan Cliver — yang dikenal di media sosial sebagai “Pol Deportes” — menjadi fenomena olahraga paling tak terduga di Amerika Latin. 🔥

Beberapa bulan kemudian, Carlos Calderón, seorang pembawa acara Telemundo, mengundangnya secara langsung di siaran untuk bergabung dengan tim Piala Dunia 2026. Pada Juni 2026, Cliver berada di Estadio Azteca di Mexico City meliput upacara pembukaan — dan penggemar dari enam negara mengenalinya di tribun. 🌎⚽ Pintu yang ditutup untuknya hari itu di Lima justru akhirnya terbuka di hadapan jutaan orang.
Video awal perjalanannya:
Sekarang:
