Saat kecil ia menggembala domba, pada masa remajanya tidur di jalanan Teheran, dan hari ini ia adalah kiper Iran yang paling dipuji

Por Josefina Reyes
22 June, 2026

Alireza Beiranvand berusia 14 tahun ketika ia naik bus ke Teheran dengan sedikit tabungan di sakunya dan tanpa izin keluarganya. Ayahnya, seorang pria dari keluarga nomaden di provinsi Lorestan, telah menghancurkan sepatu bolanya dan mengatakan bahwa sepak bola tidak akan memberi makan siapa pun. Namun ia tetap pergi. 🚌

Getty

Apa yang terjadi setelah itu bukanlah dongeng. Ia tidur di jalanan dekat Lapangan Azadi, menjahit pakaian hingga tengah malam sebagai imbalan atas sudut tempat ia bisa beristirahat, mencuci piring di sebuah pizzeria pada pukul lima pagi, dan menyapu jalan untuk pemerintah kota. Justru saat sedang menyapu itulah seorang kerabat melihatnya dan menelepon ayahnya: “Anakmu tidak menjadi atlet, dia sedang membersihkan trotoar.” 🧹

iStock

Hari ini tingginya 1.95 meter, menepis tujuh tembakan dalam satu pertandingan, dan para penggemar memilihnya sebagai pemain terbaik laga. Beiranvand baru saja menjadi bintang dalam hasil imbang 0-0 Iran melawan Belgia di Los Angeles — dan tepuk tangan meriah yang ia terima adalah jenis yang tidak memerlukan penjelasan. 🙌

Puede interesarte