Dokter hewan tak kuasa menahan air mata ketika seekor tukan kembali makan sendiri berkat prostesis 3D

Por Valentina Ulloa
18 August, 2026

Quindim masih berupa anak burung ketika perdagangan satwa liar merenggutnya dari habitat alaminya.

Ia kemudian berada dalam perawatan Rafael Carneiro, seorang dokter hewan satwa liar di Baixada Santista, Brasil, yang membesarkannya hampir sejak saat ia menetas. Semuanya tampak stabil hingga seekor makaw, saat pergantian kandang, menghancurkan paruhnya.

Lalu terjadi pendarahan, kemudian anemia, lalu infeksi bakteri yang nyaris membunuhnya. Selama dua bulan, tim dokter hewan berjuang hanya untuk membuatnya tetap hidup, bahkan belum memikirkan untuk membangun kembali apa pun.

Ketika Quindim stabil, tim spesialis merancang prostesis paruh khusus yang dicetak dengan 3D dan menanamkannya melalui operasi. Namun memiliki paruh baru saja tidak cukup: ia harus belajar menggunakannya dari nol, seperti seseorang yang belajar berjalan kembali.

Berbulan-bulan kemudian, di hadapan Rafael, ia mengambil makanan dan makan sepenuhnya sendiri untuk pertama kalinya. Rafael menangis. Quindim mungkin tidak akan pernah bisa kembali ke alam liar, tetapi hari itu ia mendapatkan kembali sesuatu yang tak seorang pun mengira masih ia miliki: kemandiriannya.

Puede interesarte