Jauh sebelum menjadi salah satu artis paling terkenal di dunia, Dolly Parton tumbuh dalam keluarga besar dengan kondisi keuangan yang sangat terbatas di Tennessee. Dan beberapa hal yang saat ini tampak sepenuhnya normal ternyata baru hadir dalam hidupnya jauh lebih belakangan daripada yang mungkin dibayangkan siapa pun.
Salah satunya adalah toilet.

Dalam wawancara tahun 1978, Dolly mengenang sambil tertawa bahwa bibinya memiliki toilet pertama yang pernah dilihatnya dan saudara-saudaranya.
Dan itu jelas bukan cinta pada pandangan pertama.
“Kami terpesona. Kami ketakutan. Aku takut menggunakannya. Kupikir kami akan tersedot masuk“, kenang sang penyanyi.
Dolly memperkirakan hal itu terjadi ketika ia berusia sekitar 8 tahun, kira-kira pada waktu yang sama ketika ia juga pertama kali melihat televisi.

Oleh karena itu, rumah bibinya tampak seperti berasal dari dunia lain bagi Dolly kecil.
Namun, toilet bukan satu-satunya hal baru. Sang penyanyi juga mengenang bahwa, semasa kecil, keluarganya tidak memiliki kamar mandi biasa.
Pada musim panas, saudara-saudara itu pergi ke sungai untuk mandi. Dolly mengatakan bahwa mereka semua masuk ke air, saling mencuci rambut, dan menggunakan sabun saat berada di sana.
“Sungai itu seperti satu kamar mandi besar“, kenangnya.
Selama musim dingin, situasinya bahkan lebih rumit. Keluarga itu menggunakan baskom berisi air untuk mandi, dan karena begitu banyak orang tinggal di rumah tersebut, mereka harus bergiliran agar mendapatkan sedikit privasi.

Dolly bahkan mengatakan bahwa selama masa itu, mereka mandi kira-kira seminggu sekali.
Bertahun-tahun kemudian, kenyataan itu sudah sangat berbeda dari kehidupan sang penyanyi, tetapi anekdot tersebut tetap teringat olehnya.
Dan mungkin hal yang paling membuat penasaran adalah membayangkan seorang anak yang belum pernah melihat toilet modern mendekatinya untuk pertama kali dan berpikir bahwa, jika ia menekan tombol yang salah, ia bisa tersedot ke dalamnya.
Sebuah adegan yang dikenang Dolly puluhan tahun kemudian dengan humor, tetapi juga menunjukkan betapa berbedanya masa kecilnya sebelum ia menjadi superstar global.
