DOLLY PARTON MENINGGAL DUNIA 🕊️ PEREMPUAN TANPA ANAK YANG AKHIRNYA MERAWAT JUTAAN ORANG

Por Diego Aguirre
25 August, 2026

Dolly Parton tidak pernah memiliki anak sendiri.

Bersama Carl Dean, suaminya selama hampir enam puluh tahun, mereka mencoba dengan cara mereka sendiri selama menjalani hidup bersama. Namun, pada 1984, ia didiagnosis menderita endometriosis. Setahun kemudian, pada usia 36 tahun, ia menjalani histerektomi parsial.



Itu mungkin menjadi luka yang ia pendam dalam diam. Dolly memilih hal lain.

“Saya tidak memiliki anak karena saya percaya Tuhan tidak ingin saya memilikinya, agar semua anak orang lain bisa menjadi milik saya”, katanya suatu ketika.

Itu bukan ungkapan penghiburan yang mudah. Itu adalah keputusan hidup.

Ia tumbuh sebagai salah satu dari dua belas bersaudara di sebuah kabin di Tennessee, dan sejak kecil ia membantu merawat adik-adiknya. Naluri itu tak pernah pudar. Seiring waktu, ia menjadi bibi, ibu baptis, dan sosok keibuan bagi para keponakan dan anak baptisnya, termasuk Miley Cyrus, yang menyebutnya sebagai ibu keduanya.



Namun, tindakan terbesar itu tidak menyandang nama keluarga. Ayahnya, Lee Parton, tidak bisa membaca atau menulis. Dolly tidak pernah melupakannya.

Pada 1995, di kampung halamannya, ia meluncurkan Imagination Library: satu buku gratis melalui pos setiap bulan bagi setiap anak sejak lahir hingga usia lima tahun, terlepas dari berapa pun penghasilan keluarga mereka.

Tiga puluh tahun kemudian, program tersebut telah melampaui 300 juta buku yang dikirimkan di lima negara. Tiga ratus juta kali, seseorang membuka amplop yang mencantumkan namanya dan menemukan sebuah cerita yang menanti mereka.

Dolly tidak pernah memiliki anak untuk meneruskan nama keluarganya. Ia memiliki seluruh generasi yang belajar membaca berkat dirinya. Itulah caranya menjadi seorang ibu. Dan ia tidak perlu menyerupai orang lain untuk menjadi luar biasa.

Puede interesarte