Ia tampak sehat: Donor sperma dengan mutasi genetik langka menjadi ayah dari setidaknya 67 anak, dan 10 di antaranya sudah menderita kanker

Por Krishna Medina
25 August, 2026

Seorang pria lajang di bank sperma di Denmark meninggalkan jejak genetik di seluruh Eropa.

Antara 2008 dan 2015, sampel spermanya dikirim ke klinik-klinik di berbagai negara untuk membantu mengandung setidaknya 67 anak di delapan negara: Belgia, Prancis, Jerman, Spanyol, Swedia, Britania Raya, Yunani, dan Denmark.
Tidak ada yang tahu bahwa sebagian spermanya membawa mutasi pada gen TP53, yang terkait dengan sindrom Li-Fraumeni, kondisi langka yang diturunkan dan secara signifikan meningkatkan risiko terkena berbagai jenis kanker, sering kali pada usia dini. Donor tersebut sendiri sehat, dan mutasi itu hanya terdapat pada sebagian sel reproduksinya, sehingga sangat sulit dideteksi.

Semuanya mulai terungkap ketika keluarga anak-anak yang dikandung dengan donor yang sama melaporkan kasus kanker. Ahli biologi Edwige Kasper, dari Rumah Sakit Universitas Rouen, menyelidiki pola tersebut dan menemukan bahwa, di antara 67 anak pertama yang diteliti, 23 mewarisi mutasi dan 10 sudah menderita kanker, termasuk tumor otak, kanker darah, dan sarkoma.

Namun, kisahnya jauh lebih besar daripada yang diperkirakan semula. Penyelidikan selanjutnya melacak sampel donor yang sama ke 67 klinik di 14 negara Eropa dan menentukan bahwa sampel tersebut kemungkinan telah digunakan untuk membuahkan setidaknya 197 anak.

Dan kita tidak lagi hanya membicarakan “risiko genetik”. Penyelidikan yang dikoordinasikan oleh EBU mengonfirmasi bahwa sebagian anak yang dikandung dengan donor ini meninggal dunia. Bagi mereka yang mewarisi mutasi tersebut, temuan ini juga dapat berarti harus menjalani pemeriksaan medis sepanjang hidup mereka.

Kasus ini kini memicu diskusi yang jauh lebih luas: berapa banyak anak yang seharusnya boleh dikandung dengan menggunakan sperma dari donor yang sama? European Sperm Bank menyerukan pembatasan internasional untuk mencegah situasi seperti ini kembali mencapai skala sebesar itu.

Puede interesarte