Lautaro ‘Beni’ Mármol dan Patricio ‘Pato’ Perrotta tiba di Miami dengan misi yang jelas: meliput Piala Dunia 2026 dan mengunggah semuanya ke kanal mereka. Yang tidak mereka perhitungkan adalah biaya dari upaya melakukannya tanpa kredensial yang benar. 😬

Pada Sabtu, 28 Juni, dua kreator Argentina itu — dengan hampir 700,000 pengikut di antara mereka — ditangkap di Hard Rock Stadium saat pertandingan antara Kolombia dan Portugal sedang berlangsung. Mereka melewati tiga pos pemeriksaan keamanan dengan menggunakan kredensial dari acara sebelumnya. Saat ditahan, Mármol mengatakan kepada polisi bahwa ia adalah ‘seorang influencer media’ yang ingin menyiarkan langsung pertandingan itu. Perrotta, di pihaknya, mengatakan bahwa sebuah perusahaan telah mempekerjakannya untuk meliputnya, tetapi mengakui bahwa kartu aksesnya tidak berlaku. Keduanya didakwa mengganggu acara olahraga atau hiburan, sebuah pelanggaran yang di Florida membawa hukuman lebih berat sejak insiden pada final Copa América 2024 di stadion yang sama. 🚨

Setelah membayar jaminan masing-masing sebesar 2,500 dolar, mereka dibebaskan sambil menunggu perkembangan kasus tersebut di Miami-Dade County. Rekan ketiga mereka, warga Uruguay yang dikenal sebagai ‘Bisicleta,’ menyerukan ketenangan di Instagram: ‘Mereka baik-baik saja,’ tulisnya. Namun, video percobaan itu sudah menjadi konten yang paling banyak dibicarakan dalam karier mereka. 👀

