“Kami tidak ingin menyerang mereka, membenci mereka, atau merendahkan mereka. Kami hanya membutuhkan mereka di sisi kami”. Begitulah Priyanka Chopra menjelaskan mengapa, baginya, feminisme tidak seharusnya dipahami sebagai pertarungan antara perempuan dan laki-laki, melainkan sebagai upaya mencapai kesetaraan yang keduanya memiliki peran.
Aktris tersebut membicarakan hal itu pada 2016 dalam wawancara dengan Refinery29, di mana ia menyatakan bahwa penafsiran keliru terhadap gerakan tersebut masih ada. Menurut Priyanka, mendukung hak-hak perempuan bukan berarti ingin mengambil ruang atau hak dari laki-laki, melainkan memastikan perempuan menerima perlakuan dan kesempatan yang sama.
Ia juga menjelaskan bahwa menjadi seorang feminis, baginya, berarti dapat membuat keputusan tentang hidupnya sendiri tanpa dihakimi secara berbeda hanya karena ia seorang perempuan. Kebebasan yang ia anggap wajar ketika menyangkut laki-laki, tetapi masih sering dipertanyakan ketika orang yang membuat keputusan itu adalah perempuan.
Itulah sebabnya ia menegaskan bahwa laki-laki juga diperlukan untuk mencapai perubahan nyata. Kesetaraan tidak mengharuskan mereka kalah agar perempuan dapat menang; kesetaraan mengharuskan mereka memahami mengapa perbedaan masih ada dan memutuskan untuk berdiri di sisi mereka guna mengubahnya.
