FIFA mencabut akreditasi seorang komentator Paraguay di tengah Piala Dunia 2026 — dan semuanya bermula dari kartu merah Almirón karena menutupi mulutnya 😱

Por Rodrigo Martínez
23 June, 2026

Itu terjadi secara langsung, di depan ribuan pendengar dan tanpa filter sama sekali. Pada 19 Juni 2026, saat Paraguay mengalahkan Turki 1-0 di Grup D Piala Dunia, wasit asal El Salvador Iván Barton mengusir Miguel Almirón karena menutupi mulutnya saat berbicara kepada lawan — sebuah sanksi langsung berdasarkan apa yang disebut sebagai “Hukum Prestianni”. Itu terlalu berlebihan bagi Jorge ‘Chipi’ Vera, komentator ABC Cardinal (Paraguay): dalam hitungan detik ia berubah dari komentator menjadi penuduh. “Pencuri!”, teriaknya kepada wasit dan FIFA. “FIFA, kalian membunuh sepak bola”. “Infantino, Anda bertanggung jawab atas ini.” Ia juga menyerang Alejandro Domínguez, presiden Conmebol. 🎙️🔥

Empat hari kemudian, FIFA merespons dengan satu-satunya cara yang bisa dilakukannya: dengan mencabut akreditasinya secara permanen untuk seluruh turnamen. Tidak ada jalan kembali. Vera secara terbuka meminta maaf di media sosial dan mengirim surat resmi kepada organisasi itu sebelum menerima sanksi, tetapi itu tidak cukup. ABC Cardinal mencopotnya dari seluruh liputan Piala Dunia dan menyebut langkah itu “ekstrem dan tidak proporsional” untuk sebuah pelanggaran yang langsung diakui. Preseden terdekat adalah milik Diego Maradona di Brasil 2014, ketika ia diusir karena mengkritik FIFA. 😤

Paraguay tetap memenangkan pertandingan itu, meski bermain dengan sepuluh pemain dan berkat gol dari Matías Galarza. Namun ‘Chipi’ Vera justru kehilangan Piala Dunia. Semua gara-gara 90 detik mikrofon terbuka. 🇵🇾

Puede interesarte