Denise Dibrell, 52, batuk begitu hebat di pernikahan sepupunya di Tennessee hingga ia tidak bisa bernapas saat berbaring. Tak seorang pun membayangkan bahwa gejala umum ini adalah awal dari rangkaian kejadian medis yang brutal.

Kembali di Las Vegas, Nevada, ia dinyatakan positif influenza A. Beberapa jam kemudian, flu tersebut berkembang menjadi sepsis dan syok septik. Dokter membuatnya koma. Tekanan darahnya turun begitu rendah sehingga ia membutuhkan vasopresor untuk mempertahankan sirkulasi ke organ-organ vitalnya, sebuah proses yang membuat kakinya tidak mendapat aliran darah. Selama 30 hari, saat ia tetap tidak sadar, kakinya menghitam, mengalami nekrosis, dan termumifikasi.

Ibunya, Patricia, 76, harus memutuskan apakah akan melepas alat penunjang hidup. Ia berkata tidak. Denise terbangun 40 hari kemudian, pada August 18, 2025, dan pada September 15 kedua kakinya diamputasi di bawah lutut. Kini ia berjalan dengan kaki prostetik dan alat bantu jalan.
