Ketika María dan Félix Williams meninggalkan Ghana untuk mencari kehidupan yang lebih baik, mereka tidak pernah membayangkan bahwa kedua putra mereka akan menjadi bintang sepak bola dunia. Perjalanan keluarga itu diwarnai pengorbanan: mereka melintasi Gurun Sahara, tiba di Spanyol setelah perjalanan berbahaya, dan memulai dari nol, mengambil pekerjaan apa pun yang bisa mereka dapatkan untuk menghidupi anak-anak mereka.

Dalam konteks itulah ikatan yang kini menyatukan Iñaki dan Nico Williams lahir. Delapan tahun lebih tua, Iñaki bukan sekadar seorang kakak: ia akhirnya menjadi sosok ayah ketika ayahnya bekerja di luar negeri dalam waktu lama untuk menafkahi keluarga.

Iñaki sendiri merangkumnya dengan sebuah kalimat yang mencerminkan tanggung jawab yang ia rasakan sejak usia sangat muda: “Aku mengantarnya ke latihan, ke sekolah, membuatkannya sandwich… Nico sudah seperti anak bagiku.”

Saat Nico baru mulai mengambil langkah pertamanya dengan bola, Iñaki sudah bermimpi untuk menembus tim utama Athletic Club. Namun mimpi itu tidak pernah hanya miliknya: ia ingin adik laki-lakinya bisa mengikuti jalan yang sama.

Pada 2021, keduanya berbagi lapangan untuk pertama kalinya dengan mengenakan seragam Athletic Club, sebuah momen yang tidak akan pernah dilupakan Iñaki.

“Ketika Nico melakukan debutnya, rasanya seperti mengatakan ‘akhirnya.’ Bayangkan kebanggaan yang pasti dirasakan orang tua saya saat melihat kami bersama”, kata Iñaki.

Setelah salah satu pencapaian olahraga terbesar Nico, Iñaki mengunggah pesan emosional yang mengharukan ribuan orang: “Kamu telah menyentuh langit dengan ujung jarimu dan menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan usaha, apa pun mungkin terjadi.”
