Foto: Momen memilukan saat seorang ibu meninggalkan putranya untuk bekerja di negara lain

Por Ana Cid
31 July, 2026

Dengan segelas air di tangannya, bocah kecil itu berusaha menghibur ibunya saat mereka berpelukan untuk terakhir kalinya. Ia baru saja membuat salah satu keputusan tersulit dalam hidupnya: meninggalkannya di sebuah panti asuhan untuk pergi ke negara lain dan bekerja dengan harapan dapat memberinya masa depan yang lebih baik.

Tokoh utama dalam kisah ini adalah seorang perempuan Malaysia berusia 26 tahun yang hamil pada usia 18. Setelah bercerai dari ayah putranya, ia membesarkannya sendiri selama beberapa waktu, tetapi kesulitan keuangan memaksanya untuk menitipkannya kepada seorang bibi. Kemudian, ia menikah lagi dan memiliki dua anak lagi, meskipun pernikahan itu juga berakhir dan kini ia sedang menjalani proses perceraian.

Ketika kerabatnya tidak lagi dapat terus merawat bocah itu karena meningkatnya biaya hidup, perempuan tersebut merasa tidak punya pilihan lain selain menerima pekerjaan di Singapura, tempat ia berharap dapat memperoleh cukup uang untuk mengubah masa depan anak-anaknya.

Karena tidak ada tempat untuk menitipkan bocah kecil itu, ia berpaling ke panti asuhan Anson Jaz Home, yang berlokasi di Teluk Intan, di negara bagian Perak, Malaysia. Staf dari pusat tersebut pergi ke Sekinchan, di negara bagian Selangor, untuk menjemput bocah itu dan menemaninya selama pemindahan.

Saat itulah terjadi momen yang mengharukan ribuan orang.

Melihat ibunya menangis tak terkendali, bocah itu mengisi segelas air, mendekatinya, dan memintanya minum sedikit untuk menenangkan diri. Setelah itu, mereka berdua berpelukan sambil menangis sebelum mengucapkan selamat tinggal.

Panti asuhan tersebut mengatakan bahwa meskipun mereka tidak dapat mengubah kesulitan yang dihadapi keluarga itu, mereka akan melakukan segala yang mungkin untuk menawarkan lingkungan yang aman, stabilitas, dan pendidikan kepada bocah itu sementara ibunya bekerja di seberang perbatasan dengan harapan dapat kembali menjemputnya ketika kondisi keuangannya membaik.

Kasus tersebut diberitakan oleh surat kabar Malaysia Sin Chew Daily dan Guang Ming Daily, dan dengan cepat memicu gelombang dukungan di media sosial.

Puede interesarte