Seorang gadis berusia 17 tahun berhasil menurunkan biaya dialisis dari 30 ribu dolar menjadi 500 dolar dengan membuat perangkat rakitan sendiri

Por Javiera Müller
7 September, 2026
Fortune

Pada 2015, Anya Pogharian berusia 17 tahun ketika ia diberi tugas proyek sains di sekolahnya di Montreal. Mereka meminta 10 jam kerja. Ia menyerahkan hasil 300 jam kerja.

Semuanya bermula beberapa bulan sebelumnya, ketika ia menjadi sukarelawan di bangsal dialisis. Di sana, ia melihat sesuatu yang tidak dapat dilupakannya: pasien-pasien yang kelelahan, terhubung selama berjam-jam ke mesin seharga lebih dari 30.000 dolar Kanada, bergantung pada rumah sakit untuk tetap hidup.

Anya tidak memiliki laboratorium atau tim insinyur, tetapi ia memiliki internet. Ia mengunduh manual teknis mesin dialisis sungguhan dan mempelajari sendiri cara kerjanya di bagian dalam. Kemudian ia mencari suku cadang bekas dan komponen murah, lalu di waktu luangnya merakit prototipe seukuran koper.

Horizon Weekly

Biaya akhirnya adalah 500 dolar Kanada. 70 kali lebih murah daripada mesin rumah sakit. Dalam pengujian, alat itu menyaring 4 liter cairan dalam 25 menit, padahal diperkirakan membutuhkan waktu 2 setengah jam.

Seiring penemuannya semakin dikenal, merek-merek besar menawarkan diri untuk ikut mengembangkannya, tetapi perangkat itu tidak pernah dijual. Anya masih terlalu muda untuk menghadapi segala hal yang diperlukan untuk memasarkan sesuatu seperti itu seorang diri, dan pihak-pihak yang memperoleh lisensinya menghilang.

Meski begitu, Pogharian tidak mau meninggalkan mimpinya, dan hingga kini ia terus menyumbangkan keahliannya untuk penelitian medis.

Penemuannya menunjukkan sesuatu yang benar-benar penting dan menginspirasi kaum muda lainnya: bahwa solusi bagi masalah yang tampaknya mustahil dapat berawal dari sebuah ide dan tekad. 💙

La Tribuna

Puede interesarte