Tak ada yang memberi tahu gadis ini bahwa ia pergi ke klinik medis, bukan studio foto. Ibunya membawanya untuk menjalani rontgen, sesuatu yang sama umum dan membosankannya bagi orang dewasa mana pun, tetapi ia punya rencana lain.

Begitu melihat mesin itu, sesuatu terlintas di kepalanya. Ia menegakkan punggung, memalingkan wajah, dan mulai berpose seolah-olah ada fotografer profesional di hadapannya, bukan mesin rontgen. Senyuman, tatapan dari samping, sikap ala sampul majalah — semuanya dengan keseriusan yang hanya bisa dipertahankan anak-anak tanpa menertawakan diri sendiri.
Video itu menjadi viral karena tak seorang pun bisa menahan diri untuk tidak melihat dirinya sendiri dalam diri gadis itu: kepercayaan diri mutlak bahwa kamera apa pun, bahkan kamera rumah sakit, pantas mendapatkan sudut terbaikmu.
