Anak perempuan yang mengalahkan kanker mengunggah video merayakan ulang tahunnya yang ke-12 dan warganet tanpa belas kasihan mengganggunya, mengira dia adalah anak laki-laki yang berpakaian seperti perempuan

Por Alexander López
26 May, 2026

Ketidaktahuan dan kurangnya empati di media sosial sekali lagi telah melampaui batas yang tak termaafkan. Apa yang seharusnya menjadi gelombang ucapan selamat dan doa baik untuk seorang gadis kecil yang merayakan ulang tahunnya yang ke-12 berubah menjadi pemandangan menyedihkan berupa perundungan siber, ejekan, dan komentar tanpa belas kasihan.

Ratusan pengguna, bersembunyi di balik layar, mulai menyerang penampilan fisik gadis yang berulang tahun itu, sengaja mengiranya sebagai anak laki-laki dan mengkritik feminitasnya. Yang tidak repot-repot diselidiki oleh para “troll” ini adalah kenyataan menyakitkan dan heroik di balik gambar itu.

Rambut pendeknya bukan karena dia laki-laki, melainkan merupakan bukti dari pertempuran terberat yang bisa dihadapi seorang anak: Kanker. 

Gadis kecil itu baru saja melewati berbulan-bulan sesi kemoterapi agresif dan perawatan medis yang melemahkan tubuhnya, tetapi tidak semangatnya. Karena itu, pesta ulang tahun itu bukanlah perayaan biasa; itu adalah perayaan sebuah keajaiban, kemenangan mutlak seorang pejuang sejati yang berhasil mengalahkan penyakit itu dan merangkul kesempatan hidup yang kedua.

“Sementara internet sibuk menghakiminya dan menyemburkan racun atas penampilannya, dia hanya tersenyum karena dia tahu apa harga sebenarnya untuk tetap hidup”, tulis seorang pengguna yang geram ketika kisah sebenarnya terungkap.

Kecerobohan dengan mana banyak orang menghina orang lain di internet pada akhirnya dapat melukai orang-orang yang sedang memikul pertempuran tak terlihat dan sangat menyakitkan.

Puede interesarte