Dua gempa bumi dalam waktu kurang dari 24 jam—yang satu 7.2 dan yang lainnya 7.5—mengguncang Venezuela pada Rabu, 24 Juni. Namun di tengah seluruh kehancuran itu, ada satu kehilangan yang membuat napas tercekat. 😔
Setidaknya 100 anak yang merupakan bagian dari ‘Criollitos de Venezuela,’ sebuah organisasi yang mendukung perkembangan hampir 1,200 anak di bawah umur di wilayah tersebut, kehilangan nyawa mereka. Jhorny Sojo, direktur cabang itu, menggambarkannya dengan gamblang: ini adalah skenario paling menyakitkan dalam sejarah institusi tersebut. Seratus pemain bisbol muda yang sehari sebelumnya berada di lapangan bisbol. 💔
Angka-angka ini masih bersifat sementara, dan jumlah korban bisa meningkat dalam beberapa jam ke depan. Sebuah tragedi yang tiba-tiba mengingatkan kita betapa rapuhnya segala sesuatu.

