Hayden Panettiere bukan sekadar aktris: sejak usia 18 tahun, ia adalah aktivis lingkungan dan memprotes perburuan lumba-lumba di Jepang

Por Carlos Valencia
17 August, 2026

Hayden Panettiere tidak pergi ke Taiji untuk sekadar berfoto. Ia pergi untuk mengetuk pintu yang tidak seorang pun ingin membukakannya untuknya.

Saat itu tahun 2010 ketika aktris tersebut, yang saat itu berusia 20 tahun, tiba di kota nelayan Jepang itu bersama pacarnya Wladimir Klitschko dan sekelompok aktivis. Ia meminta bertemu dengan wali kota dan nelayan setempat untuk membahas, menurut katanya, “gagasan damai” untuk menghasilkan pendapatan tanpa membunuh lumba-lumba. Dua pejabat menghalangi jalannya di pintu balai kota. Serikat nelayan, yang juga ia datangi, tutup. Tidak seorang pun ingin duduk dan berbicara.

Itu bukan kali pertamanya di sana: pada 2007, saat baru berusia 18 tahun, ia sudah mendayung bersama peselancar lain ke teluk tempat pembantaian itu terjadi, hingga para nelayan menghentikan protes tersebut. Jepang mengizinkan perburuan sekitar 19,000 lumba-lumba per tahun, dan di Taiji mereka membunuh hampir 2,000 ekor dengan menggunakan metode yang menjebak mereka di dekat pantai. Kampanye yang diwakili Panettiere juga memperingatkan bahwa dagingnya mengandung kadar merkuri yang berbahaya untuk dikonsumsi manusia. Ia bersikeras bahwa ia hanya menginginkan percakapan yang tenang. Mereka menolaknya.

Puede interesarte