
Empat kali lipat reseptor warna mata manusia. Itulah yang dimiliki udang mantis, invertebrata laut dengan penampilan yang nyaris seperti makhluk luar angkasa yang hidup di perairan laut dangkal dan yang, menurut para ilmuwan, membuat makhluk lain mana pun tampak konyol dalam hal persepsi warna. Kita melihat dunia dengan tiga jenis fotoreseptor (merah, biru, dan hijau). Udang mantis punya 12. 🦐
Namun sains punya kejutan yang tak diduga siapa pun. Justin Marshall, profesor emeritus di University of Queensland di Australia dan pakar penglihatan hewan laut, menjelaskan bahwa memiliki lebih banyak reseptor tidak berarti melihat lebih baik: udang itu memproses setiap saluran warna secara terpisah alih-alih menggabungkannya, yang menghasilkan gambar yang lebih berpiksel dan beresolusi lebih rendah daripada gambar seekor alap-alap. Dalam ketajaman dan jarak, burung pemangsa tetap tak tertandingi. Dan dalam kecepatan, lalat menangkap ratusan gambar per detik dibandingkan dengan sekitar 60 pada mata manusia.
Kesimpulan para peneliti, termasuk Esteban Fernandez-Juricic dari Purdue University, adalah bahwa tidak ada satu juara penglihatan tunggal di alam: setiap spesies mengembangkan penglihatan yang tepat dibutuhkannya untuk bertahan hidup di lingkungannya. Itu memberi tahu Anda sesuatu yang menarik tentang lingkungan Anda sendiri. 👁️
