“Jika kamu tidak memahaminya, berarti kamu belum pernah punya hewan peliharaan”: perdebatan yang dipicu seorang imam setelah mengatakan bahwa hewan tidak lebih berharga daripada manusia…

Romo Jorge Vargas, seorang imam Uruguay dengan hampir 190 ribu pengikut di TikTok, dengan tenang menjawab sebuah pertanyaan sederhana: Apakah salah jika aku menyayangi hewan peliharaanku? Jawabannya: ya.

“Hewan ya hewan. Jangan memanusiakan hewan. Tolong, ini bisa menjadi masalah”, katanya.
Ia mengatakan bahwa seorang teman mengaku lebih menyayangi hewan peliharaannya daripada manusia mana pun, dan menurutnya, itu sudah keterlaluan: cinta yang tidak seimbang.
Ia menjelaskan bahwa tidak apa-apa berduka atas kematian hewan peliharaan dan berkabung untuk sementara, karena mereka adalah teman, tetapi kita tidak boleh membiarkan kasih sayang itu menjadi tidak seimbang.

Ia mengakhiri dengan mengajak orang-orang untuk menyayangi, menghormati, dan melindungi mereka, tetapi “jangan sampai mengorbankan kemanusiaan”.
Kontroversi itu bukan soal nada bicaranya, melainkan soal komentar-komentar yang muncul. Beberapa orang membalas bahwa mereka telah memanusiakan semua hewan peliharaan mereka dan akan selalu begitu.

Yang lain setuju dengannya. Di pihak mereka yang membelanya: menyayangi hewan tidak seharusnya bersaing dengan menyayangi manusia. Di pihak mereka yang mengkritiknya: bagi banyak orang, hewan peliharaan adalah keluarga, dan tak seorang pun boleh memberi tahu mereka cara menyayangi.
Bisakah anjing menjadi bagian dari keluarga, atau adakah batas yang tidak boleh dilanggar?
