2008. Los Angeles. Sebuah pesta peluncuran untuk proyek real estat di Dubai.

Di sana mereka berdua: Hayden Panettiere, berusia 18 tahun dan berada di puncak ketenarannya berkat “Heroes”, berjabat tangan dengan Donald Trump, yang saat itu terutama dikenal karena bisnis dan acara televisinya. Tidak ada yang membayangkan bahwa bertahun-tahun kemudian ia akan menjadi presiden Amerika Serikat, atau bahwa Panettiere akan mendukung berbagai gerakan yang sepenuhnya berlawanan dengannya, seperti menjadikan Washington D.C. sebagai negara bagian.


Foto itu terlupakan hingga sekarang, ketika kematian Panettiere pada usia 36 membawanya kembali. Tidak ada catatan bahwa sapaan tersebut berarti dukungan politik darinya — itu hanyalah pertemuan kebetulan antara dua tokoh publik, pada saat keduanya tidak membayangkan arah yang akan diambil hidup mereka. 📸

