Ia selamat selama enam hari di ketinggian 7,500 meter di Everest tanpa oksigen, terjebak di celah es, memakan cokelat yang ada di sakunya

Por Aracely Molina
19 June, 2026

Dawa Sherpa mencapai puncak Everest pada Mei 2026 dan saat turun kehabisan oksigen tambahan di dekat Camp 3, pada ketinggian sekitar 7,500 meter. Di situlah jejaknya hilang. Selama enam hari, tim pencari tidak menemukan apa pun. Istrinya, Damu Sherpa, yang berbasis di Kathmandu, memulai ritual pemakaman. Keluarganya sudah berkabung untuknya.

Apa yang terjadi selama waktu itu yang membuat kisah ini sulit dicerna: Dawa menghabiskan sekitar dua setengah hari terjebak di sebuah celah es. Ia bertahan hidup dengan mengunyah salju dan memakan cokelat yang ada di saku jaketnya. Keluar dari celah es itu mustahil baginya sampai sebuah longsoran salju menimbunkan cukup banyak salju sehingga ia bisa memanjat ke permukaan. Ia kemudian menggunakan tali yang ditemukannya di area itu untuk menuruni beberapa bagian dan berjalan pada malam hari, menempuh jalan menuju base camp, sampai ia terlihat merangkak melintasi air terjun beku sebelas kilometer dari titik terakhir tempat siapa pun melihatnya.

Pemba Sherpa, kepala eksekutif 8K Expeditions, perusahaan yang mengoordinasikan pencarian, menggambarkannya sebagai “penyelamatan diri yang sesungguhnya”. Dawa dievakuasi dengan helikopter ke sebuah rumah sakit di Kathmandu, tempat ia menerima perawatan untuk dehidrasi parah, radang dingin, dan patah tulang. Ia juga dikenal sebagai Hillary Dawa Sherpa, nama yang disandangnya untuk menghormati pendaki gunung Edmund Hillary.

Puede interesarte