Ia berusia 85 tahun dan janjinya tetap tak tergoyahkan. Ia meninggal saat membawa bunga ke makam istrinya, dalam sebuah gestur yang mengharukan ribuan orang

Por Maried Díaz
24 June, 2026

Aniceto Colunga Báez mengayuh sepeda melintasi jalan-jalan Santiago del Estero dengan sebuket bunga di tangannya. Ia tidak sedang menuju perayaan apa pun. Ia pergi ke pemakaman, seperti yang dilakukannya setiap kali ia bisa, untuk mengunjungi cinta dalam hidupnya. Seseorang memotretnya di tengah jalan, dan gambar itu menyebar di media sosial di beberapa negara: seorang pria lanjut usia, sendirian, di atas sepeda, membawa bunga untuk seseorang yang tak lagi bisa menerimanya secara langsung. Ribuan orang terharu oleh gestur sunyi itu.

Elva Gómez

Namun kisah itu memiliki babak kedua yang tak diduga siapa pun. Pada hari-hari berikutnya, pada 10 Mei 2023, dengan Hari Ibu sebagai latar dan sebuah janji cinta yang telah ia sumpahkan untuk ditepati, Aniceto menyiapkan buket bunganya lagi. Ia berangkat dengan sepedanya. Dan ia tidak sampai.

Elva Gómez/Jovanni Colunga

Ia meninggal saat menuju pemakaman untuk memenuhi janji yang sama kepada istrinya. Media sosial yang sebelumnya memujinya atas gesturnya dipenuhi pesan-pesan perpisahan dari berbagai negara. Banyak yang mengatakan hal yang sama: ia pergi sebagaimana ia hidup, setia kepadanya hingga akhir. Beberapa cinta tak memerlukan penjelasan; ini adalah salah satunya.

Jovanni Colunga

Puede interesarte