Daniel Alves mengatakannya dengan blak-blakan, dan kalimat itu masih bergema: di penjara, dengan penghasilan hanya 113 euro, ia lebih bahagia daripada saat menghasilkan jutaan sebagai pesepak bola.

Mantan pemain Brasil itu, yang kini menjadi pendeta, mengatakan bahwa selama menjalani hukuman penjara ia membersihkan selnya dengan tangannya sendiri, jauh dari lapangan dan kontrak bernilai jutaan yang mendefinisikan kariernya. Namun ia memastikan bahwa di sana, setelah kehilangan segalanya, ia merasakan sesuatu yang tidak pernah diberikan uang kepadanya: kepastian bahwa Tuhan bersamanya.

“Apa arti jutaan euro tanpa seorang ayah?”, ulangnya, yakin bahwa kekayaan sejati tidak diukur dari rekening bank. Sebuah pengakuan yang mengguncang, mengharukan, dan memaksa kita bertanya pada diri sendiri apa yang sebenarnya kita ukur ketika berbicara tentang kesuksesan. 🙏⚽
Daniel Alves, yang kini menjadi Pendeta, menyatakan bahwa ia merasa lebih bahagia di penjara daripada saat menghasilkan jutaan euro sebagai pemain profesional:
— Pri (@Pri_usabr1) 14 Juli 2026
"Saya menghasilkan jutaan euro, berkat Tuhan dan sepak bola, tetapi di penjara, dengan penghasilan 113 euro, saya lebih bahagia daripada… pic.twitter.com/wN2HzZRvGw
