Ibrahima Konaté kehilangan Diogo Jota dan ayahnya dalam hitungan minggu

Por Jorge Pino
5 June, 2026

💔 Ibrahima Konaté berusia 25 tahun ketika dunianya runtuh dua kali berturut-turut.

Pertama, Diogo Jota meninggal, rekan setimnya di Liverpool dan salah satu sahabat terdekatnya, dalam sebuah kecelakaan mobil. Beberapa minggu kemudian, ia kehilangan ayahnya. Dan di tengah semua rasa sakit itu, ia tetap harus keluar dan bermain. 

Memakai sepatu bolanya, melangkah ke lapangan, mencetak gol, bertahan, tersenyum di depan kamera. “Anda kembali ke sepak bola karena Anda tidak punya pilihan lain”, akunya kepada ESPN UK. “Tapi tidak ada cara untuk benar-benar melupakannya. Anda belajar untuk hidup dengannya”.

Kalimat itu menjelaskan semuanya. Ia tidak berbicara tentang pemulihan yang mudah atau kutipan motivasi. Ia berbicara tentang memikulnya. Tentang terus melangkah maju. Tentang bertahan dengan beban itu di dalam diri. 🫶⚽

Puede interesarte