Pada Januari 2023, kota Duxbury, Massachusetts, dibuat lumpuh. Lindsay Clancy, seorang perawat berusia 32-year-old yang dicintai semua orang, memanfaatkan 20 menit saat suaminya pergi mengambil makanan untuk melakukan hal yang tak terpikirkan: ia mencekik ketiga anaknya (Cora, 5, Dawson, 3, dan si kecil Callan, baru 8 bulan) lalu mencoba mengakhiri hidupnya sendiri dengan melompat dari jendela.

Boston Tribune
Seiring penyelidikan dan persidangan berlanjut, sebuah kenyataan mengerikan terungkap. Lindsay bukanlah perempuan yang kejam; ia menderita psikosis pascapersalinan, kondisi ekstrem yang memengaruhi 1 in 1,000 mothers dan menyebabkan halusinasi, delusi serta keterputusan total dari realitas. Lindsay telah mencari bantuan, berada di bawah racikan 12 different medications dan pernah mengungkapkan bahwa ia merasa “suara-suara” menyuruhnya melakukan sesuatu.

Clancy Family
Kasus ini telah menimbulkan polarisasi; suaminya, Patrick Clancy, secara terbuka memaafkan istrinya, meminta orang-orang untuk memahami bahwa Lindsay yang melakukan tindakan itu bukanlah Lindsay yang sesungguhnya, melainkan versi dirinya yang dilahap penyakit.
Pihak penuntut berargumen bahwa kejahatan itu direncanakan, dengan mencatat bahwa ia menunggu sampai sendirian dan mencari alamat restoran itu untuk memastikan berapa banyak waktu yang akan ia miliki.

Boston Tribune
Saat ini, Lindsay Clancy tetap lumpuh dari pinggang ke bawah akibat upaya bunuh dirinya dan ditahan di rumah sakit jiwa alih-alih penjara biasa.
