Ibu CR7 tumbuh besar di panti asuhan dan pernah kelaparan, tetapi ia bertahan demi 4 anaknya dan melihat salah satunya menjadi pemain sepak bola terbaik di dunia

Por Valentina Ulloa
7 July, 2026

María Dolores baru berusia 5 tahun ketika ibunya meninggal. Kemiskinan memaksa ayahnya mengirimnya, bersama saudara-saudaranya, ke sebuah panti asuhan di Madeira, Portugal.

@doloresaveiroofficial

Ia pulang ke rumah pada usia 9 tahun, tetapi lebih banyak kesulitan dan kekerasan telah menunggunya di sana. Pada usia 13 tahun ia meninggalkan sekolah untuk menganyam keranjang rotan dan membantu bertahan hidup.

@doloresaveiroofficial

Ia menikah dengan José Dinis Aveiro pada usia 18 tahun, yang kembali dari perang Angola dengan luka yang tak pernah sembuh: ia terjerumus ke dalam alkoholisme dan Dolores menjadi satu-satunya pencari nafkah keluarga, bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan juru masak untuk memberi makan keempat anaknya.

@doloresaveiroofficial

Pada 5 Februari 1985, anak bungsu mereka lahir: Cristiano Ronaldo. Dolores kemudian menghadapi dua kali kanker payudara dan stroke, tetapi ia tak pernah berhenti selalu ada. Kini mereka memanggilnya ‘Ibu Keberanian,’ dan orang yang melihatnya kelaparan demi anak-anaknya kini menjadi bukti bahwa pengorbanan itu sepadan dengan setiap detiknya. 🙏

@doloresaveiroofficial

Puede interesarte