Ibu Edin Dzeko melarangnya keluar untuk bermain sepak bola suatu hari — beberapa menit kemudian, sebuah bom menewaskan teman-temannya di tempat itu juga

Por Josefina Reyes
12 June, 2026

Sebuah bom. Tempat persis di mana Edin Dzeko bermain sepak bola bersama teman-temannya. Dan dia, yang baru berusia hampir enam tahun, tidak berada di sana karena satu alasan saja: ibunya berkata tidak.

Getty

Saat itu adalah pengepungan Sarajevo, dan Edin kecil keluar untuk menendang bola di tengah rudal seolah-olah perang hanyalah kebisingan latar. Rumahnya sudah pernah dibom — seluruh keluarganya tinggal berdesakan di apartemen kakek-neneknya. Tetapi Dzeko tetap bermain, setiap hari, tanpa rasa takut. Sampai suatu hari Belma, ibunya, melarangnya keluar. Beberapa menit kemudian, sebuah mortir jatuh tepat di tempat itu.

Getty

“Ibu saya menyelamatkan hidup saya”, kata penyerang Bosnia itu, yang kini berusia 40 tahun dan menjadi kapten Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia. “Saya tidak punya masa kecil karena perang, tetapi semua itu membuat saya lebih kuat.” Belma merangkumnya dengan ketepatan yang tajam: “Sebuah mortir jatuh tepat di tempat Edin bermain bersama anak-anak lain. Ada yang tewas dan terluka.”

Puede interesarte