Ibu ini tahu putranya yang masih kecil akan segera meninggal, tetapi memberitahunya bahwa ia telah sembuh dari kanker agar ia meninggal dengan bahagia, karena percaya bahwa ia telah mengalahkan penyakit tersebut 😭💔

Por Valeria Urra
9 September, 2026

Omar berusia 10 tahun ketika para dokter menyampaikan kabar terburuk yang mungkin kepada ibunya: limfoma itu tidak lagi dapat disembuhkan.

Gezsa, dari Australia, mengambil keputusan yang kelak ia bagikan di TikTok dan yang akan menyentuh hati jutaan orang. Ia memberi tahu putranya bahwa pengobatan itu berhasil dan bahwa ia dapat membunyikan lonceng kemenangan, ritual yang menandakan bahwa seorang pasien telah mengalahkan kanker. Omar membunyikannya dengan bahagia, dikelilingi keluarganya, tanpa menyadari bahwa ia sebenarnya sedang mengucapkan selamat tinggal.

@gewaarja

Doctors “Aren’t You Going To Tell Him” Parent “Nooooo Way” What was I supposed to tell him that the treatment he had done that caused him to have multiple surgeries didn’t work and he has to go home until he passes 😓😓😓 You Say what you have to say to protect your child 💜💙😓 #storytime #fyp

♬ original sound – ..

Ia meninggal pada 14 Januari 2022, di rumah, dengan keyakinan bahwa ia telah menang. Gezsa sudah mengenal rasa sakit itu: bertahun-tahun sebelumnya, ia kehilangan putrinya Aisha, yang baru berusia 4 tahun, akibat penyakit langka. Ketika ia menceritakan kisah Omar, video tersebut melampaui 40 juta penayangan dan memunculkan pertanyaan yang tidak memiliki jawaban mudah: sejauh mana kasih sayang seorang ibu? 🥺

Puede interesarte