Pada 31 Mei 2026, Mayk Leão, seorang influencer Brasil berusia 31 tahun yang berdedikasi pada penyelamatan hewan, keluar untuk memeriksa properti pedesaannya di Campo Largo, Paraná, dan mendapati pagar listriknya roboh serta hewan-hewannya gelisah. Malam itu ia merekam sesuatu di langit yang ia gambarkan sebagai objek berbentuk mata atau cakram, lampu-lampu berwarna, dan sebuah bola merah di bawahnya, yang tetap diam selama beberapa menit di atas sungai terdekat sebelum menghilang.

Ia mengunggah video itu pada 1 Juni. Dalam waktu kurang dari seminggu, ia melonjak dari 40,000 menjadi 1.9 juta pengikut. Angkatan Udara Brasil mengeluarkan pernyataan resmi: radar mereka tidak mendeteksi objek tak dikenal apa pun pada hari itu, dan tidak ada bandara di wilayah tersebut yang melaporkan anomali apa pun.

Beberapa hari kemudian, Leão mengunggah Stories yang memperlihatkan mobil-mobil hitam dengan kaca gelap terparkir di depan rumahnya. Ia mengatakan orang-orang tak dikenal mengawasinya dan bahwa ia takut untuk pergi ke luar. Narasi tentang apa yang disebut “Men in Black” berasal secara eksklusif darinya: tidak ada otoritas yang mengonfirmasi atau membantah pengawasan itu. Sementara itu, merek Magazine Luiza merekrutnya untuk kampanye ufologi, dan ancaman serta akun-akun palsu yang menyamar sebagai dirinya belum berhenti.

