Inilah akibat minum 4 matcha sehari: wajahnya yang semula tampak normal menjadi berjerawat parah, mengalami migrain hebat, dan muntah-muntah

Por Carlos Valencia
6 October, 2026

Isabella Wilson berusia 19 tahun saat pertama kali mencoba matcha, pada musim panas 2024, ketika ia mencicipi sedikit minuman itu dari seorang teman. Ia berpikir: “Rasanya tidak terlalu buruk”.

Awalnya hanya minum beberapa kali seminggu, ia kemudian mulai minum beberapa kali sehari. Ia bahkan mendapat pekerjaan di sebuah kafe yang menyajikan matcha, dan terus meminumnya setelah pulang. Pada masa puncaknya, ia mengonsumsi 400 mg kafein sehari, setara dengan lima Red Bulls. Dalam setahun, ia menghabiskan 2.000 pound untuk membeli kantong bubuk dari penjual yang tidak tepercaya di Vinted dan sachet seharga 10 pound di Tesco. “Aku sudah memikirkan matcha berikutnya padahal satu sudah ada di tanganku”, kenangnya.

Dampaknya mulai terasa pada tubuhnya: migrain yang tak kunjung reda bahkan saat ia bangun tidur, penglihatan seperti terowongan, pusing, muntah setiap minggu, jerawat, dan kenaikan berat badan 12 kilogram. Semuanya mulai masuk akal pada Januari, ketika ia melihat video seseorang yang dirawat di rumah sakit akibat terlalu banyak minum matcha. Pada Maret, ia mengurangi konsumsinya menjadi dua cangkir seminggu, dan dalam beberapa minggu jerawat serta sakit kepalanya mulai menghilang. Para ahli menunjukkan bahwa matcha yang dijual di toko bisa mengandung lebih banyak kafein daripada espresso.

Puede interesarte